-->

slideshow

  • Klik disini untuk mendapatkan beribu-ribu musik
  • Tontonlah video klip Wali – Kekasih Halal sekarang!!!

17 Mei 2015

6 Alasan Pentingnya Memuji Anak Dengan Tepat

Ruslinda Desiana Ginting "Coach Runa" sebagai parenting coach mengatakan, setiap orang senang dipuji, sebab dalam pujian, kebutuhan aktualisasi diri seseorang terpenuhi, termasuk seorang ank.Memuji anak dapat membuat anak menjadi percaya diri, yakin apa yang dilakukannya adalah benar, baik, dan positif. Sebaliknya anak yang jarang dipuji atau bahkan tidak pernah dipuji tidak tahu bahwa dirinya melakukan hal yang benar, baik, dan positif. Namun bukan berarti orang tua harus selalu mengobral pujian sebab pujian yang terlalu sering diberikan akan membuat anak tidak termotivasi untuk melakukan hal lainnya.

Riset jangka panjang yang telah dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara memberikan pujian secara tepat dengan penghargaan diri anak yang tinggi (self esteem). Berikut prinsip-prinsip pemberian pujian yang tepat untuk anak:


1. Pujian diberikan secara spesifik dan realistis

Pujian diberikan dengan menekankan sisi positif atau perilaku positif yang menjadi kekuatan anak. Pujilah secara detail apa yang telah dikerjakan anak Anda. Misal: “kombinasi warna laut yang kamu gambar sangat bagus”, bukan “gambar kamu bagus sekali”. Pujian yang pertama membuat anak akan terus berusaha melakukan yang lebih baik lagi, sedangkan pujian kedua membuat anak hanya puas sampai disitu. Contoh pujian spesifik lainnya “Mama senang karena kamu menghabiskan makan siang kamu hari ini. Bagus”.

2. Pujian disertai dengan bentuk perhatian lain

Pada saat menyampaikan perkataan pujian, berilah perhatian dalam bentuk lainnya, seperti mengacungkan jempol, tepuk tangan, sentuhan (misal menepuk pundak), pelukan atau setidaknya kontak mata langsung sehingga anak Anda tahu bahwa pujian diberikan untuk dirinya.

3. Pujian diberikan ketika anak melakukan suatu hal yang bertambah baik dari yang sebelumnya

Contohnya,anak mau menjawab salam, kali ini anak memberi salam terlebih dahulu. Hal baik yang sudah menjadi kebiasaan, secara perlahan harus dikurangi diganjar dengan pujian, agar anak Anda termotivasi menambah kemampuannya. Misal,anak Anda dapat menyanyikan lagu “cicak-cicak di dinding” untuk pertama kalinya, anak berhak mendapat pujian. Namun setelah beberapa kali,dan terbiasa tidak dipuji lagi, doronglah anak Anda untuk menyanyikan lagu baru.

4. Pujilah usaha anak Anda

Pujian diberikan atas usaha, bukan hanya hasilnya. Seringkali anak berusaha, namun belum berhasil. Pujian diberikan tidak hanya ketika anak Anda memperoleh hasil terbaik, namun pujilah juga untuk setiap perkembangan dan usaha baik yang mereka lakukan.Misal : “Mama bangga atas usaha kamu, terus berlatih ya nak”

5. Tidak membandingkan anak dengan anak lainnya atau figur orang tua

Bila membandingkan anak Anda, maka anak dapat menurun motivasinya dan menurunkan penghargaan atas dirinya sendiri,perasaan tidak dicintai dan dihargai bertumbuh. Orang tua tidak bisa mempersiapkan masa depan anaknya jika membandingkan dengan masa lalu. Pastikan anak Anda melakukan sesuatu karena ia menyukainya, bukan karena ingin mengalahkan teman atau menunjukkan dia lebih pintar dari orang lain.

6. Menjadikan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar

Berikan pengertian pada anak bahwa kegagalan merupakan proses belajar. Orang tua juga seharusnya memahami hal ini. Yang utama, senantiasa ada upaya perbaikan dan pembelajaran yang dialami anak Anda

Memberikan pujian yang tepat dapat membantu perkembangan anak Anda secara optimal. Pujian dapat membuat anak percaya diri dan yakin akan kemampuan yang dimilikinya, karena itu mari lakukan pujian secara tepat agar anak tidak terbuai.

Artikel lain nya:
Seminar Generasi Digital


Tidak ada komentar:

Posting Komentar