-->

slideshow

  • Klik disini untuk mendapatkan beribu-ribu musik
  • Tontonlah video klip Wali – Kekasih Halal sekarang!!!

20 Juli 2015

SCAPEGOATING

Pada umumnya, hal pertama yang dilakukan orangtua ketika anaknya bermasalah adalah menyalahkan suami/istri yang memanjakan anak atau terlalu keras, sekolah yang tidak bisa mendidik, lingkungan yang buruk, dll. Budaya instropeksi diri masyarakat kita nyaris kurang. Bisa jadi karena sejak kecil kita diajari orangtua mencari kambing hitam.

Susan sedang bermain bersama anaknya, Bony. Bony berlari-lari dan tiba-tiba terbentur dinding dan menangis. Susan langsung memeluk Bony dan berkata "siapa yang jahat nak?.. memang dinding ini yang salah.. ibu pukul ni..ugh..(sambil memukul dinding)..jahat dindingnya ini.." Kita sudah tidak asing lagi melihat kejadian seperti itu. Kita menyalahkan hal-hal lain entah itu dinding, lantai, kursi, kodok, cicak, orang-orang, dll supaya anak menjadi diam.

Secara tidak sadar orangtua telah menanamkan nilai-nilai perilaku mengkambinghitamkan sesuatu yang lain atas kesalahan yang dibuat diri sendiri. Dalam istilah psikologi disebut SCAPEGOATING.
Ketika anak besar dan dewasa, mereka terbiasa menjadi SCAPEGOATER, mengkambinghitamkan yang lain atas kesalahan yang dibuatnya sendiri. Sulit mengakui kesalahan yang dibuatnya sendiri. Egonya berkata dirinyalah yang menjadi korban atas sesuatu yang terjadi. Hal ini juga dilakukan untuk mengalihkan tanggungjawab atas kelemahan hidupnya.

Parents, mari kita ajarkan anak untuk bertanggungjawab atas perbuatannya,mulai dari yang kecil misal bila anak jatuh tidak perlu menyalahkan yang lain, cukup dengan memotivasinya untuk bangkit, menolong, menenangkan dan mengajari anak untuk berhati-hati. Ajari anak bahwa bertanggung jawab dan mengakui kesalahan adalah sikap seorang ksatria.

Dimulai dari keluarga, hindarilah mengkambinghitamkan suami, isteri, anak. Belajar untuk instropeksi diri dan mencari solusi bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar