Kasus pelecehan seksual terhadap Anak-anak sering terjadi, baru-baru ini terjadi di salah satu Sekolah SDN Tangerang dan pelakunya adalah kepala sekolah, terhadap 12 orang siswa. Sekolah dimana tempat orangtua mempercayakan anaknya untuk dididik malah pelaku utamanya adalah kepala sekolah itu sendiri.
Ini menandakan bahwa sekolah kita belum aman terhadap tindakan pelecehan seksual dari pelaku pelecehan di sekolah(kepala sekolah, guru, petugas kebersihan, dll). Sekolah negeri maupun sekolah bertaraf international tidak ada yang kebal.
Oleh karena itu diperlukan adanya kesadaran orangtua untuk menjaga anaknya agar tidak terjadi tindak pelecehan seksual pada anak. Orangtua memang tidak mungkin menjaga anaknya selama anak di sekolah, namun orangtua bisa melakukan hal-hal yang dapat melindungi anaknya.
1. Sedini mungkin berikan pengenalan kepada anak bagian tubuh mana yang menjadi privasinya dan tidak boleh disentuh oleh siapapun. Orangtua memberikan pendidikan seks pada anaknya bukanlah hal yang tabu. Ini sangat penting.
2. Bila ada yang ingin melakukan pelecehan seksual beritahu anak untuk lari, berteriak, mencari pertolongan dan menceritakan kepada orang yang dapat dipercayainya, misalnya orangtua.
3. Berkomunikasi dengan anak setiap hari tentang semua pengalaman anak di sekolah hari ini. Perhatikan bila anak tiba-tiba suka murung dan diam, mungkin ada sesuatu terjadi di sekolah. Ajaklah anak berkomunikasi secara terbuka.
4. Orangtua semestinya mengenal kepala sekolah dan guru. Usahakan sering berkomunikasi dengan mereka. Kita mempercayakan anak kita di sebuah sekolah,masak kita tidak mengenal orang penting di sekolah anak kita. Dengan mengenal mereka mungkin kita bisa melihat sinyal-sinyal perilaku mereka yang tidak tepat.
5. Yang tidak kalah penting adalah berdoalah setiap hari agar Tuhan melindungi anak kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar